JAKET NATIONAL GEOGRAPHIC NG 19

JAKET NATIONAL GEOGRAPHIC NG 19

Jaket  National Geographic NG 19

KODE : NG 19

_______________________________________

PRICE : IDR 225.000

_______________________________________

FORMAT PEMESANAN

  • Nama Lengkap :
  • Alamat Lengkap :
  • HP : (wajib diisi)
  • Nama Produk :
  • Ukuran :
  • Jumlah :

______________________________________

KIRIM KE :
CUSTOMER SERVICES

E-Mail : jacketkorea2013@gmail.com

HP : 087839944838

PIN BB : 295FF7A3

YM : jacketkorea@yahoo.com

SKYPE : jacket.korea

_______________________________________
PEMBAYARAN
Untuk pembayaran bisa melalui Rekening BCA atau MANDIRI
BCA 0373180243
Mandiri 9000.010.235.449
a/n Nurmila Fajar Agustiawan
_______________________________________
KONFIRMASI TRANSFER
Setelah Melakukan Transfer, wajib melakukan Konfirmasi
Transfer Ke No.HP 087 839 944 838, Agar Tidak Terjadi
Kesalahan dalam Pendataan Karena Dianggap Belum
Transfer.

Iklan

JAKET NATIONAL GEOGRAPHIC – NG 13

JAKET NATIONAL GEOGRAPHIC – NG 13

Jaket National Geographic – NG 13

jual-jaket-national-geographic-online-murah-(NG-13)-parasit

_______________________________________
PRICE : Rp. 235.000,-

_______________________________________

KODE : NG-13
_______________________________________

FORMAT PEMESANAN

  • Nama Lengkap :
  • Alamat Lengkap :
  • HP : (wajib diisi)
  • Nama Produk :
  • Ukuran :
  • Jumlah :

_______________________________________

KIRIM KE :

CUSTOMER SERVICES

E-Mail : jacketkorea2013@gmail.com
HP : 087839944838
PIN BB : 295FF7A3
YM : jacketkorea@yahoo.com

_______________________________________

PEMBAYARAN

Untuk pembayaran bisa melalui Rekening BCA atau MANDIRI

BCA 0373180243

Mandiri 9000.010.235.449

A/N Nurmila Fajar Agustiawan

_______________________________________

KONFIRMASI TRANSFER

Setelah Melakukan Transfer, wajib melakukan Konfirmasi Transfer Ke No.HP 087839944838, Agar Tidak Terjadi Kesalahan dalam Pendataan Karena Dianggap Belum Transfer.

JAKET NATIONAL GEOGRAPHIC NG 14

JAKET NATIONAL GEOGRAPHIC NG 14

Jaket National Geographic NG 14

KODE : NG 14

_______________________________________

PRICE : IDR 235.000

_______________________________________

FORMAT PEMESANAN

  • Nama Lengkap :
  • Alamat Lengkap :
  • HP : (wajib diisi)
  • Nama Produk :
  • Ukuran :
  • Jumlah :

______________________________________

KIRIM KE :
CUSTOMER SERVICES

E-Mail : jacketkorea2013@gmail.com

HP : 087839944838

PIN BB : 295FF7A3

YM : jacketkorea@yahoo.com

SKYPE : jacket.korea

_______________________________________
PEMBAYARAN
Untuk pembayaran bisa melalui Rekening BCA atau MANDIRI
BCA 0373180243
Mandiri 9000.010.235.449
a/n Nurmila Fajar Agustiawan
_______________________________________
KONFIRMASI TRANSFER
Setelah Melakukan Transfer, wajib melakukan Konfirmasi
Transfer Ke No.HP 087 839 944 838, Agar Tidak Terjadi
Kesalahan dalam Pendataan Karena Dianggap Belum
Transfer.

Filosofi Lighting dalam Fotografi

Apakah harus dengan lighting agar foto kita dikatakan wah? Apakah harus dengan strobist-an agar foto kita dikatakan mantab? Apakah harus dengan peralatan lighting yang super mahal agar foto kita dikatakan mewah? Sepertinya tidak hanya itu saja bukan?

Apakah tidak mungkin orang yang melihat foto kita akan terkagum-kagum jika melihat foto kita tanpa alat lighting tambahan yang super mantab itu? Sepertinya tidak. Banyak foto yang memenangkan lomba bergengsi, malah tidak menggunakan alat lighting tambahan, cukup dengan body kamera & lensa saja. Pastinya, Juri akan kagum, jika kita bisa memotret dengan indah dengan segala keterbatasan alat lighting yang ada bukan?

Pula, apakah kita harus malu jika kita motret tidak menggunakan alat lighting tambahan? Lalu, apakah kita akan dibilang tidak bisa motret kalau kita tidak pakai lighting macam-macam itu?

Nah, ada perkecualian. yaitu, kecuali, jika pada kondisi tertentu kita  memang dituntut untuk menggunakan peralatan lighting tambahan, jadi, ya harus kita pakai dan kita harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Kelak, ada waktunya kita akan merasakan bosan dengan lighting yang aneh-aneh. Kadang, kita juga akan kangen dengan teknik strobist-an. Kelak, juga kita akan kangen motret apa adanya. Itu semua ada proses dan pasti kita akan melaluinya.

Intinya, lakukan semua proses belajar motret kita dengan baik, jangan terpatok harus ikuti pakem ini atau pakem itu. Motret itu layaknya membuat sambal, apakah harus selalu menggunakan tomat atau gula? Mungkin, kalau cabai itu wajib adanya… hehe…”

Semoga bermanfaat & salam hormat selalu,

Belajar Fotografi: Tips Memotret Foto Low Light

Terimakasih sudah berkenan mampir & membaca artikel-artikel di web kami ya. Betul, agar moment freeze dan tertangkat dengan baik, kita harus pakai speed tinggi menyesuaikan kecepatan pergerakan moment-nya.

Foto Wedding by Poetrafoto Photographer Yogyakarta IndonesiaPenggunaan mode, apakah manual atau lainnya, tergantung kenyamanan kita, kebiasaan & kebutuhan saja. Tidak ada patokan khusus soal ini. Yang ada hanyalah anjuran-anjuran pada tiap kasus yang berbeda-beda. Nah, anjuran saya, kita harus pakai flash agar ada tambahan cahaya kalau memang kondisinya gelap dan tidak memungkinkan tanpa flash agar speed tetap mencukupi.

Lalu, pemilihan lensa yang tepat juga sangat berpengaruh. Lensa yang punya diafragma (f) angka rendah (f2.8, f2, f1.8 dst) lebih tepat untuk kondisi lokasi yang gelap. Termasuk kemampuan kameranya, semakin memiliki kemampuan ISO tinggi, semakin baik agar ketika menggunakan ISO tinggi, foto yang dihasilkan tetap aman & tidak noise.

Demikian, semoga bermanfaat ya. Mohon bantushare agar kian banyak yang membacanya. Terimakasiiih… 🙂

Komunitas Fotografi: Seberapa Penting bagi Fotografer?

Saya sangat setuju dengan beliau, saat ini sebagai fotografer senior Kompas, bahwa manfaat sebuah Klub atau Komunitas Fotografi itu sangat penting bagi perkembangan pembelajaran seorang fotografer.

Fakta yang sudah terjadi dan terbukti, menurut Arbain, menunjukkan bahwa kemajuan kemampuan fotografis seorang pehobi fotografi akan sangat cepat meningkat ketika sudah bergabung dengan sebuah klub. Klub tempatnya bergabung bukanlah sejenis kursus yang memberikan materi pelajaran fotografi secara harfiah, tetapi pergaulan dengan sesama anggota membuat transfer pengetahuan dan ilmu fotografi antarindividu menjadi cepat dan efektif.

Salah satu kegiatan klub atau komunitas fotografi yang sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu adalah berburu foto. Acara ini tidak semata untuk mendapatkan koleksi foto yang baru. Sebuah acara buru foto justru lebih menjurus kepada transfer ilmu fotografi dan pengalaman dari yang senior kepada yang pemula.

Dengan mengikuti sebuah komunitas fotografi yang secara intens melakukan pertemuan, akan terjadi interaksi yang secara tidak sengaja akan membuat di antara mereka mendiskusikan hobi yang sama, yaitu fotografi.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, dari beberapa komunitas fotografi yang sudah dan yang saat ini masih saya ikuti, hal-hal yang akan secara otomatis mereka bahas antara lain; soal peralatan fotografi dari perkembangan kamera atau lensa terbaru sampai kehandalan sebuah filter, baterai flash, sampai memory card-nya. Terkadang, tukar menukar kontak seorang model hingga dimana tempat cetak foto atau belanja fotografi yang paling murah di suatu kota tertentu, juga diobrolkan.

Dan, bagi beberapa anggota yang mencoba mencari ‘penghasilan’ dari fotografi, bisa saling tukar informasi atau bahkan bisa join kerjasama antar anggota. Tidak sedikit, di antara beberapa anggota sebuah komunitas fotografi tersebut, yang merasa memiliki kecocokan, akhirnya mendirikan sebuah studio atau bisnis bersama-sama.

Komunitas Fotografi Online (Club Photography Online)
Demi mempermudah sharing foto dan aksesibilitas komunitasnya, tak sedikit komunitas fotografi juga memiliki situs atau website. Selain situs yang bisa diakses secara online, mereka juga kadang memiliki account group di jejaring social (social networking) seperti Facebook, Twitter, atau Yahoo! Group, dsb.

Dengan adanya wadah secara online tersebut, walaupun tanpa harus bertemu muka, diantara anggota klub fotografi dapat saling memberi komentar, masukan, kritik atau saran atas hasil foto terbaru mereka.

Jika tidak mau mengkritik secara terbuka atau langsung di foto tersebut, terkadang, secara arif komentar tersebut dikirim secara private message ke inbox si pemilik foto. Tetapi, tak sedikit pula komunitas yang komentarnya secara terbuka dapat dilihat oleh siapapun, bahkan di luar anggota. Itu tergantung kebijakan masing-masing klub.

So, ayo, segera bergabung ke komunitas! Belajar bersama lebih baik daripada merasa diri sudah hebat tapi sebenarnya belum layak dipuji. Jangan jadi katak dalam tempurung. Bagi yang merasa sudah senior, mari berbagi ilmu pada yang lain, tidak akan habis ilmu kita jika kita bagikan, tapi akan kian diakui ilmu, keahlian, dan kedewasaan kita jika kita ikhlas berbagi ilmu.

Semoga bermanfaat

Tips Fotografi: Memotret Foto Dokumentasi Sebuah Event

Dalam setiap memotret event atau sebuah acara atau kegiatan apapun, entah itu seminar, outbound, foto pernikahan (wedding photo) dan lain sebagainya, kita selaku fotografer utamanya harus berusaha datang paling awal dan pulang paling akhir.

Mengapa begitu? Mari kita simak & diskusikan tips fotografi berikut ini:

HADIR AWAL
Tips fotografi ini penting sekali! Hadir lebih awal berfungsi agar kita bisa menggali informasiapapun tentang event yang akan kita potret tersebut. Kita juga bisa berkomunikasi lebih awal dengan tim panitia, wedding organizer, dan berkenalan dengan orang-orang kunci dalam kegiatan tersebut.

Hadir lebih awal, juga bermanfaat agar kita bisa kenal situasi dan kondisi lokasinya, kita bisa antisipasi pencahayaan, mencari sudut-sudut angle & komposisi pemotretan yang menarik, test shoot di beberapa titik penting agar dapat setting kamera, flash dll yang pas dan sesuai selera kita.

Tips Fotografi: Memotret Foto Dokumentasi Sebuah Event
Tips Fotografi: Memotret Foto Dokumentasi Sebuah Event

Manfaat terpenting ketika kita bisa hadir lebih awal adalah kita siap secara psikologis atas kondisi yang ada & siap secara teknis kebutuhan yang ada di lapangan.

Nah, lebih khususnya lagi ketika kita motret dokumentasi wedding atau pernikahan, fungsinya adalah agar pengantin, keluarga atau panitia atau wedding organizer-nya merasa lebih tenang karena kita sudah hadir di tempat acara.

Datang lebih awal sebelum kita memotret apapun, akan menjadikan kita terlihat lebih profesional… 🙂

PULANG TERAKHIR
Kenapa kita harus pulang paling akhir? Karena dengan kita pulang terakhir, kita bisa memantau secara keseluruhan acara. Kita bisa pastikan bahwa tidak ada acara penting yang terlewatkan oleh kita.

Khusus dalam memotret wedding, dengan kita pulang terakhir, kita bisa melayani permintaan khusus klien kita. Kadang, mereka minta di foto narsis yang menarik, yang terkadang tidak kita dapatkan ketika prosesi sedang berlangsung. Kita bisa candid beragam ekspresi usai acara rampung. Ingat, kadang kita punya klien yang memang gak bisa ‘plong’ bebas berekspresi ketika sedang banyak orang. Manfaatkan moment ini dengan baik agar kita dapat foto pernikahan yang menarik ya 🙂

Nah, sekian, semoga bermanfaat ya.

A fine WordPress.com site